Posted by KOPAS News on Sunday, 29 June 2014
Label:
Science,
Label:
Video
 |
| Sarang lebah dengan bentuk hekasagonal, gambar: npr.org |
Sarang lebah yang kita lihat tampak seperti bulat, namun ternyata bentuknya adalah heksagonal atau kita sebut segi enam? Mengapa lebah sangat suka bentuk heksagonal? Pertanyaan tersebut telah dilontarkan 2000 tahun yang lalu oleh para ilmuwan.
Mari kita perhatikan video penjelasannya berikut ini:
36 SM yang lalu, bntuk segi enam dari sarang lebah menjadi sebuah catatan penting dan pertanyaan menarik bagi para ilmuwan. Karenanya, lebah menjadi salah satu serangga dengan kemampuan matematika tinggi dengan membuat sarang segi enam yang indah itu.
 |
| bentuk heksagonal dari sarang lebah, gambar: npr.org |
Lebah adalah contoh mahluk hidup pekerja keras, tidak ada satupun lebah yang berdiam diri menunggu hasil panen. Semuanya bergerak sesuai dengan tughasnya masing-masing mulai dari membangun sarang, pelakukan penyerbukan pada bunga, mengam,bil nektar hingga menghasilkan madu yang menyehatkan bagi manusia.
Setiap sel sel sarang lebah memiliki ukuran yang serbasama, diisi penuh oleh madu yang dihasilkannya. Bentuknya tidak bulat, segitiga, atau kotak dikarenakan sarang tidak akan ideal untuk menyimpan madu, seperti yang dijelaskan video diatas.
Ada tiga bentuk geometris yang sama dapat dibentuk secraa bersamaan, yakni segitiga sama sisi, bujur sangkar dan segi enam. Manakah yang terbaik?
 |
| Geometris dengan sisi sama, gambar npr.org |
Marcus Terentius Varro membuat dugaan dikala itu, bahwa heksagonal memiliki ketidaktertaruran terkecil dibandingkan kotak ataupun segitiga sama sisi. Dia tidak bisa membuktikannya secara matematis, tapi itulah yang ia pikir.
Zat lilin yang dihasilkan untuk membuat sarang lebah bukanlah hal sederhana. Untuk membuat sarang lebah yang begitu rapih dengan zat lilinnya adalah yang terbaik yang dilakukan serangga. Dibutuhkan kerja keras dan kekompakan tinggi untuk membuatnya. Seekor lebah harus mengkonsumsi sekitar delapan ons maduuntuk menghasilkan satu ons lilin.
Pada tahun 1999, seorang matematikawan di University of Michigan, Thomas Hales, memecahkan teka-tekiheksagonal. Ternyata, Varro benar, sebuah struktur heksagonal memang lebih kompak. Heksagonal adalah bentuk sarang yang "benar-benar sempurna dalam penghematan tenaga kerja dan lilin."
Sangat mengagumkan, pelajaran hidup dan karya terbaik dari lebah menjadi inspirasi umat manusia saat ini. Bahkan lebah adalah salah satu serangga yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai pelajaran selain semut.