Posted by KOPAS News on Friday, 3 October 2014
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Hanung Budya mengaku tidak mudah menjalankan perusahaan sebesar Pertamina. Ekspektasi masyarakat ke Pertamina sangat besar. Jika terjadi satu kesalahan dan tidak sesuai harapan, maka ganjarannya adalah hujatan.
Hanung menyebut jika satu SPBU mengalami kekurangan pasokan BBM, masyarakat akan langsung rusuh dan menghujat Pertamina. Padahal, kata dia, kerja Pertamina tidaklah gampang karena harus menyuplai BBM dari Sabang sampai Merauke.
"Pengoperasian perusahaan tidak mudah, banyak kritik dan masukan. Distribusi BBM dari Sabang sampai Merauke, Rote sampai Ambalat tidak mudah. Tapi demi Indonesia kita lakukan itu, walaupun kadang kadang kuping ini panas. Kadang-kadang ada rasa putus asa, sudah kerja sedemikian keras masih saja dihujat," curhat Hanung di Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/10).
Hanung mengakui saat ini juga banyak stakeholder Pertamina yang tidak membantu dalam bekerja. Meski tidak banyak dukungan, Hanung meminta seluruh anak buahnya agar bekerja tanpa berharap pujian dan sanjungan.
"Kemarin di ESDM kita cuma dapat satu penghargaan kapten kapal sudah 35 tahun membawa tanker besar menembus Aljazair dan sebagainya. Dia satu satunya dari kita dapat penghargaan walaupun ada BUMN lain dapat lebih 7 bintang. Kita tidak protes. Kita Alhamdulillah saja. Mencatat kerja kita tuhan," tegasnya.
Pertamina berjanji meningkatkan kinerja perusahaan. Terutama dalam suplai BBM ke SPBU.
Merdeka.com