Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa Israel harus segera menghentikan agresi militer ke Jalur Gaza, Palestina. Ia pun mengajak seluruh elemen di dunia internasional turut mencegah Israel melakukan tindakan kekerasan.
Menurut SBY, Indonesia telah mengambil peran untuk menghentikan kekejaman aksi militer yang telah terjadi di Gaza selama sepekan terakhir. Antara lain dengan melakukan diplomasi bersama negara lain, mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata.
"Alhamdulillah, kontribusi negara kita bersama negara lain, mulai membuahkan hasil," ujar SBY saat memberikan sambutan pada peringatan acara puncak Hari Koperasi Nasional ke-67 di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa, 15 Juli 2014.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, Israel sudah menyetujui gencatan senjata. "Untuk itu, kita bersama dunia internasional lainnya harus mengawasi sehingga kekerasan tidak terjadi lagi di Palestina," kata SBY.
SBY pun mengapresiasi gencatan senjata. Karena, menurut dia, semua tindak kekerasan harus dihentikan.
Sebelumnya, Duta Besar Palestina, Fariz Mehdawi, Senin 14 Juli 2014, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dan beberapa negara lainnya untuk memaksa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat lebih menekan Israel.
"Pak Marty (Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri RI) mengatakan bahwa dia memberikan bantuan kepada Gaza di mana situasi saat ini sangat serius," ujar Mehdawi di Istana Negara, Jakarta.
Mehdawi menambahkan, di Palestina, sekitar 5.000 anak kini telah kehilangan tempat tinggal. "Kami membutuhkan evakuasi," kata dia.
Laporan Kontributor Medan: Budi Satria.