Posted by KOPAS News on Friday, 18 July 2014
Jumlah arga Palestina yang tewas di Gaza terus bertambah, seiring dengan serangan udara yang masih dilakukan tentara militer Israel. Stasiun berita Al Jazeera edisi Jumat, 18 Juli 2014 melansir jumlah korban tewas lainnya mencapai 24 orang.
Sementara 200 warga Palestina terluka. Maka, total korban tewas di pihak Palestina sejak awal operasi perbatasan yang digelar Israel 11 hari lalu, mencapai 285 orang. Kendati mengetahui begitu banyak warga sipil yang menjadi korban, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak bergeming sedikit pun.
Bahkan, pada Jumat kemarin, dia menginstruksikan pasukan Israel untuk bersiap-siap terhadap kemungkinan adanya operasi darat yang diperluas secara signifikan.
"Kami tidak ingin membunuh warga sipil, tetapi Hamas adalah sebuah organisasi teroris yang bersembunyi menggunakan tameng warga biasa," ujar Netanyahu.
Pasukan Israel kini telah bergerak beberapa kilometer menuju ke Gaza. Mereka mengatakan tengah menyasar terowongan yang kerap digunakan oleh para pejuang Hamas. Menurut koresponden Al Jazeera, Stefanie Dekker, terowongan itu kerap digunakan oleh anggota kelompok Hamas untuk memasuki area Israel.
"Hamas telah berhasil membangun sebuah terowongan. Gaza di bawah Gaza. Ini merupakan hal baru yang belum ada di konflik sebelumnya," ujar Dekker.
Pada Kamis pagi kemarin, sebuah kelompok penyerang telah memasuki bagian selatan Israel melalui terowongan itu. Namun, pasukan Israel berhasil mencegah. Delapan dari 13 penyerang itu tewas diserang tentara Israel.
Sementara warga di Ebaa Rezeq, Gaza, mengaku khawatir kendati pasukan Israel tetap berada di dekat area penyangga. Namun, serangan udara pasukan Israel tetap berlanjut dan membuat warga Palestina ketakutan.
Salah satu serangan udara yang dilancarkan kemarin menyasar sebuah gedung yang digunakan sebagai kantor oleh media lokal. Menurut Israel, mereka tetap akan menggoyahkan Hamas.
Koresponden Al Jazeera lainnya, Nicole Johnston, mengatakan serangan udara yang terjadi pada Jumat kemarin, hanya contoh kecil dari apa yang terhadi di Jalur Gaza setiap malam.
© VIVA.co.id