Posted by KOPAS News on Friday, 3 October 2014
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Assegaf mempertanyakan motif pihak-pihak yang saat ini terus menyerang partainya. Terutama, usai melakukan aksi walk outdalam Sidang Paripurna RUU Pilkada di DPR beberapa hari lalu.
Padahal, kata Nurhayati, dalam sidang pemilihan pimpinan DPR Kamis kemarin, 2 Oktober 2014, PDIP, PKB, Hanura dan Nasdem, juga melakukan aksi walk out. [Baca Alasan 4 Partai Pendukung Jokowi-JK Walk Out]
"Jangan Demokrat terus yang disalahkan. Kenapa walk out kami dihujat, kemarin (paripurna pemilihan pimpinan DPR) tidak dihujat? Jangan Demokrat terus yang dipojokkan," kata Nurhayati di gedung DPR, Jakarta, Jumat 3 Oktober 2014.
Sebagai partai dengan nomor urut empat pada pemilu legislatif tahun ini, Partai Demokrat hanya menepatkan 61 anggota di DPR. Dengan posisi dan jumlah anggotanya di DPR, kata Nurhayati, Partai Demokrat tidak bisa menjadi penentu.
"Saya ingin jelaskan DPR ini lembaga politis yang menjalankan lobi dan komunikasi. Kemarin kami lobi, ada komunikasi, rapat konsultasi. Kalau terjadi seperti itu jangan demokrat terus yang disalahkan," kata NUrhayati.
Terkait Perppu Pilkada yang ditandatangani SBY, yang disebut sebagai upaya menyebrangnya dukungan dari KMP ke kubu Jokowi-JK,
Nurhayati juga menyayangkan reaksi dari pihak-pihak lain dalam menyikapi Peraturan Pengganti Undang-Undang Pilkada yang dikeluarkan Presiden SBY. Dia membantah keluarnya Perppu itu sebagai upaya untuk merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Demokrat menyeberang? Memang Demokrat di mana? Menyeberang apa? Kami sudah menegaskan sebagai penyeimbang, kok menyeberang," Nurhayati menegaskan.
© VIVA.co.id