"Jika gencatan senjata dilanggar, maka militer akan membalasnya selama durasi gencatan," ujar seorang pejabat militer Israel.
Hamas mengatakan bahwa gencatan senjata itu hanya sepihak dilakukan Israel tanpa kesepakatan dengan mereka. Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengaku tidak percaya akan dalih Israel. Pasalnya, Israel telah
dua kali melanggar sendiri gencatan senjata yang mereka sepakati.
"Ketenangan yang diumumkan Israel hanya sepihak dan bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari pembantaian yang mereka lakukan. Kami tidak memercayainya dan kami meminta warga untuk waspada," kata Zuhri.
Sebelum menarik pasukannya Minggu kemarin, Israel habis-habisan membombardir Gaza. Sebanyak 50 warga Gaza tewas dalam 180 serangan Israel, Minggu 3 Agustus 2014. Di antara yang tewas adalah komandan senior kelompok perlawanan Islamic Jihad, Danyal Mansour, di sebuah rumah di Jabaliya.
Menurut pemerintah Gaza, korban tewas telah mencapai 1.790 orang di pihak mereka, kebanyakan warga sipil. Menurut data PBB, lebih dari 300 korban tewas adalah anak-anak. Sementara 1,8 juta warga terpaksa mengungsi setelah 3.000 rumah mereka hancur atau rusak dihantam roket. (ren)